LAPORAN MAGANG I




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Program magang merupakan kegiatan yang memberikan pengalaman awal untuk membangun jati diri pendidik,  memantapkan motivasi dan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi, memantapkan kemampuan awal calon guru, mengembangkan prangkat pembelajaran dan kecakapan pedagogis dalam membangun bidang keahlian pendidikan.
Guru merupakan jabatan profesional yang memberikan layanan ahli dan dituntut untuk memiliki kapasitas yang secara akademik dan pedagogik dapat diterima oleh peserta didik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu, guru harus dipersiapkan melalui program pendidikan yang relatif panjang dan dirancang berdasarkan standar kompetensi guru. Salah satunya adalah program magang.
            Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, Undang-undang No. 18 tentang Guru dan Dosen, PP No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan PP. No 74 tahun 2008 tentang guru, mewajibkan guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik. Pada pasal 4 peraturan pemerintah No. 74 tahun 2008 ditegaskan bahwa sertifikat pendidik bagi guru diperoleh melalui program pendidik profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi. Hal ini berarti calon guru atau tenaga kependidikan harus disiapkan secara benar.
Kegiatan magang ini dilaksanakan berdasarkan landasan hukum yaitu:
1.      Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional.
2.      Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.
3.      Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4.      Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang guru.
5.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
6.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
7.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan.
8.      Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 126/P/2010 Tahun 2010 tentang Penetapan LPTK penyelanggara PPG bagi Guru dalam Jabatan.
9.      Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 052/P/2011 Tahun 2011 tentang perubahan atas Kepmendiknas Nomor 126/P/2011 tentang penetapan LPTK penyelenggara PPG bagi Guru dalam Jabatan.
B. Metode
Ada dua metode yang digunakan yaitu :
1. Observasi
Observasi adalah mengamati, mengumpulkan data,  melakukan analisa sesuai fakta yang ada ditempat magang.
2. Wawancara                             
Wawancara adalah melakukan tanya jawab dengan seluruh pemangku kepentingan yaitu kepala sekolah, staf kurikulum, staf sarana prasarana dan staf tata usaha.
C. Tujuan
·         Tujuan umum :
Menghasilkan calon guru yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanYang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
·         Tujuan khusus:
1.   Untuk mempersiapkan calon guru agar lebih mengenal lingkungan sekolah dan lingkungan profesinya.
2.   Untuk menyiapkan guru profesional dalam bidang akademik.
3.   Untuk mengetahui langsung kultur sekolah
4.   Untuk mengetahui unsur pembangunan pedagogik,kepribadian, dan sosial.
5.   Untuk mengetahui unsur pemerkuat pemahaman peserta didik
6.   Untuk mengetahui proses pembelajaran langsung di kelas.
7.   Untuk menemukan f akta pembanding dilingkungan sekolah dengan keterkaitan mata kuliah yang diajarkan  di perguruan tinggi.
D. Manfaat
·         Untuk Mahasiswa
1.      Mendapatkan pemahaman dan pengalaman dibidang manajemen dan kultur sekolah.
2.      Mendapatkan pengalaman melalui pengamatan terhadap proses pembangunan kompetensi pedagogik, kepribadian dan sosial di sekolah.
3.      Mendapatkan pengalaman melalui pengamatan terhadap  proses pembelajaran dikelas.
4.      Memperoleh pengalamn keterkaitan cara kerja sama secara interdispliner, sehingga dapat memahami adanya kaitan ilmu dalam mengatasi permasalah pendidik yang ada di sekolah.
5.      Memperoleh pengalaman dan keterampilan untuk melaksanakan pembelajaran dan kegiatan manajerial di sekolah.
6.      Memberi kesempatan untuk dapat memperoleh model atau contoh sebagai motivator, fasilitator, dinamisator, dan membantu pemikiran sebagai problem solver.
·         Manfaat bagi Sekolah mitra
        Sekolah tempat magang diharapkan:
1.      Sekolah mendapatkan masukan dalam bentuk saran untuk memperbaiki hal – hal yang masih kurang.
2.      Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan antara sekolah tempat magang dengan IKIP Muhammadiyah Maumere.
3.      Memberi kesempatan kepada sekolah SMPK Bina Wirawan untuk ikut serta dalam menyiapkan calon guru yang berdedikasi dan professional.
4.      Mendapatkan bantuan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi dalam merencanakan serta melaksanakan pengembangan sekolah.
·         Untuk  IKIP Muhammadiyah Maumere
         IKIP Muhammadiyah  diharapkan:
1.      Mendapatkan umpan balik tentang kompetensi akademik, kepribadian, social mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere.
2.      Mendapatkan informasi tentang manajemen dan Kultur Sekolah.
3.      Mendapatkan informasi tentang proses membangun kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial di sekolah.
4.      Mendapatkan informasi tentang proses pembelajaran di kelas.
5.      Mendapatkan masukan yang berguna untuk penyempurnaan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
6.      Membangun sinergitas antara sekolah dengan IKIP Muhammadiyah Maumere dalam mempersiapkan lulusan yang bermutu.
7.      Membina jaringan kerjasama dengan sekolah tempat magang dalam upaya meningkatkan keterkaitan dan kesepadanan antara substansi akademik dengan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pengembangan pendidikan masyarakat.























BAB II
HASIL
A. Deskripsi Hasil Pengamatan Langsung Kultur Sekolah
Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak.  Kultur ini juga dapat dilihat sebagai suatu perilaku, nilai-nilai, sikap hidup, dan cara hidup untuk melakukan penyesuaian dengan lingkungan, dan sekaligus cara untuk memandang persoalan dan memecahkannya. Jadi kultur sekolah juga merupakan seperangkat kumpulan nilai kepercayaan, nilai tradisi, dan pola pikir untuk bagaimana bertindak dalam suatu lingkungan sekolah sebagai suatu identitas sekolah yang menentukan proses perkembangan anak didiknya. Sekolah merupakan lembaga utama yang yang dirancang untuk memperlancar proses transmisi kultural antar generasi.
Salah satu ilmuwan yang memberikan sumbangan penting dalam hal ini adalah Antropolog Clifford Geertz yang mendefinisikan kultur sebagai suatu pola pemahaman terhadap fenomena sosial, yang terekspresikan secara eksplisit maupun implisit. Berdasarkan pengertian kultur menurut Clifford Geertz tersebut di atas, kultur sekolah dapat dideskripsikan sebagai pola nilai-nilai, norma-norma, sikap, ritual, mitos dan kebiasaan-kebiasaan yang dibentuk dalam perjalanan panjang sekolah. Kultur sekolah tersebut sekarang ini dipegang bersama baik oleh kepala sekolah, guru, staf administrasi maupun siswa, sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul di sekolah. Faktor pembentuk kultur sekolah misalnya adalah nilai, moral, sikap, religius dan perilaku siswa tumbuh berkembang selama waktu di sekolah, dan perkembangan mereka tidak dapat dihindarkan yang dipengaruhi oleh struktur dan kultur sekolah, serta oleh interaksi mereka dengan aspek-aspek dan komponen yang ada di sekolah, seperti kepala sekolah, guru, materi pelajaran dan antar siswa. Kultur sekolah biasanya berkaitan erat dengan visi dan misi .


1. Letak Geografis Sekolah
`Kelurahan Kota Uneng ,Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka . sebelah timur berbatasan dengan SMPK Frater, sebelah barat berbatasan denagn Kuburan st. Yosef , sebelah utara berbatasan dengan Gereja Katedral St. Yosef, sebelah selatan berbatasan dengan susteran CIJ.
2. Visi dan Misi SMPK Bina Wirawan Maumere.
Visi : Terwujudnya manusia bina wirawan yang mandiri, cerdas, terampil, dan berbudi pekerti luhur dilandasi semangat Kristiani.
Misi :
1.      Meningkatkan kemandirian guru dan peserta didik dalam tugas dan tanggung jawab.
2.      Melaksanakan KBM yang efektif dan efisien.
3.      Meningkatkan profesionalitas guru dan pegawai dalam rangka mewujudkan dan mencapai standar pelayanan minimal yang dibutuhkan ( SPM )
4.      Meningkatkan kreaktifitas peserta didik melalui kegiatan akademik dan non akademik.
5.      Meningkatkan sarana dan prasaran sesuai standar pelayanan minimal.
6.      Menanamkan nilai – nilai moral Kristiani dalam membentuk pribadi yang berbudi pekerti luhur.
7.      Meningkatkan kualitas kemitraan dengan orangtua, alumni dan masyarakat.
8.      Menciptakan lingkungan sekolah menyehatkan dan menggembirakan

Kultur sekolah akan baik apabila: a) kepala dapat berperan sebagai model, b) mampu membangun tim kerjasama, c) belajar dari guru, staf, dan siswa, dan, d) harus memahami kebiasaan yang baik untuk terus dikembangkan. Kepala sekolah dan guru harus mampu memahami lingkungan sekolah yang spesifik tersebut. Karena, akan memberikan perspektif dan kerangka dasar untuk melihat, memahami dan memecahkan berbagai problem yang terjadi di sekolah. Dengan dapat memahami permasalahan yang kompleks sebagai suatu kesatuan secara mendalam, kepala sekolah dan guru akan memiliki nilai-nilai dan sikap yang amat diperlukan dalam menjaga dan memberikan lingkungan yang kondusif bagi berlangsungnya proses pendidikan.
3. Program kerja SMPK Bina Wirawan Maumere .
Ø  Program kerja SMPK Bina wirawan
1.      Pengembangan kurikulum yang berkelanjutan.
2.      peningkatan kapasitas tenaga kependidikan.
3.      pengembangan pengelolaan keuangan sekolah.
4.      Penyaluran beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan kepada siswa yang ekonomi kurang mampu.
5.      Pembangunan Laboratorium IPA.
6.      Pengadaan buku perpustakaan.
7.      Perekrutan tenaga kerja kontrak.
8.      Pengadaan alat-alat laboratorium.
9.      Persiapan lomba tingkat kabupaten dan provinsi.

4.  Kedisiplinan Warga Sekolah

Ø  Kepala sekolah
Berdasarkan hasil pengamatan selama 5 hari, bahwa kepala sekolah SMPK Bina Wirawan  telah menjalankan tugasnya secara maksimal sesuai dengan jabatan sebagai kepala sekolah yaitu bertanggung jawab, disiplin waktu, berpakaian  rapi serta selalu memberikan bimbingan kepada siswa.
Ø  Guru
Berdasarkan pengamatan kami, guru piket biasanya hadir sebelum pukul 07:00 bersama kepala sekolah dalam rangka mengkordinir siswa sambil memeriksa seragam dan pelanggaran yang dilakukan oleh siswa sebelum masuk. Guru yang menjabat sebagai wali kelas mengkoordinir anak walinya untuk ikut membersihkan halaman kelas sebelum jam pertama dimulai.
Ø  Siswa
Siswa yang piket biasanya datang sebelum pukul 07:00 dan langsung membersihkan ruangan dan halaman kelas. Bagi siswa yang terlambat diberi sanksi berlutut menuju guru piket. Siswa yang selalu terlambat tanpa ada penjelasan khusus akan ditegur setelah itu jika terlambat lagi akan dibuatkan surat pemanggilan orang tua ke Kantor sekolah atau di ruangan bimbingan konseling (BK).
5. Pola Hubungan Antar Warga Sekolah

Ø  Kepala Sekolah dengan Guru dan Karyawan serta Peserta Didik
Hubungan kepala sekolah dengan guru-guru sangat baik, seperti yang kami amati ketika guru-guru datang langsung bersalaman dengan kepala sekolah dan begitupun juga pada saat pulang guru berpamitan dan bersalaman kepada kepala sekolah. Ketika siswa mengikuti suatu lomba baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional jika tidak berhalangan guru dan kepala sekolah selalu mendampingi siswa tersebut. Karyawan selalu membantu kepala sekolah ketika ada hal yang harus dikerjakan. Ketika bertemu dengan kepala sekolah siswa langsung bersalaman, dan begitu pula kepala sekolah akan mendampingi siswanya ketika ada perlombaan. Ketika ada permasalahan yang dihadapi oleh sekolah selalu dipecahkan bersama oleh kepala sekolah dan guru, kepala sekolah menjunjung tinggi nilai sikap saling menghargai, terhadap guru, karyawan dan siswa.
Ø  Hubungan Sosial antara Guru, Karyawan dan Siswa
Karyawan selalu membantu guru-guru, misalnya karyyawan tata usaha, membantu mengetik soal-soal ujian, Ketika datang siswa selalu bersalaman dengan Guru-guru dan jika ada siswa yang bertengkar maupun berbuat pelanggaran guru menasehati dan membimbing mereka.
Hubungan sosial antara guru, karyawan dan siswa SMPK Bina wirawan Maumere terjalin akrab, harmonis dan memiliki solidaritas tinggi, sehingga memiliki hubungan kekeluargaan yang erat. Tanpa memandang sutu perbedaan baik jabatan maupun latar belakang.
Ø  Hubungan Sosial antara Guru dengan Guru
Hubungan Guru dengan guru sangat baik, tidak ada perselisihan, mereka saling memberikan masukan, saling mengisi kekurangan. Ketika pagi guru-guru saling bersalaman. Jika istirahat guru-guru kumpul di ruang guru, mereka saling berinteraksi.
Ø  Hubungan sosial antara siswa dengan siswa
Hubungan siswa dengan siswa yang lain sangat bersahabat, meskipun ada perselisihan atau pertengkaran tetapi setelah akan akrab kembali. Namun ada pula teman yang suka menggangu temannya baik pada saat istirahat maupun pada saat berlangsung pembelajaran di kelas.
Ø  Hubungan Warga Sekolah dengan Komite Sekolah
Hubungan antara Warga Sekolah dengan Komite Sekolah sangat baik, Komite Sekolah berperan aktif ketika mengadakan rapat dengan orangtua murid. Semua kegiatan sekolah dilaporkan ke Komite Sekolah baik yang berkaitan dengan siswa maupun tentang keuangan.
Ø  Hubungan antara Warga Sekolah dengan Masyarakat dan Orang Tua Murid
Orangtua murid menginginkan anaknya untuk mengikuti les. Ketika ada siswa yang mengikuti perlombaan orangtuanya mendukung serta bersedia mendampingi anaknya. Siswa yang tinggalnya jauh dari sekolah orangtuanya mengantar dan menjemput. Ketika ada siswa yang sakit orangtuanya langsung memberitahukan kepada guru wali kelasnya sekolah.
 Sikap Siswa Terhadap:
Ø  Kepala Sekolah
            Siswa di SMPK menghargai Binawirawan dan menghormati kepala sekolah sebagai pemimpin. Mereka selalu patuh terhdap kepala sekolah dan peraturan-peraturan sekolah. Cara berkomunikasi antara siswa dengan kepala sekolah sangat baik, santun dan efektif
Ø  Guru
Sikap siswa SMPK Bina Wirawan terhadap guru, menghargai, menghormati  dan patuh. Tetapi, masih ada sebagian siswa yang masih mengabaikan perintah guru. Misalnya: apabila guru memberikan soal latihan untuk dikerjakan kepada siswa. Sebagian siswa mengerjakan, namun sebagiannya mengabaikan.
Komunikasi siswa terhadap guru sangat baik, sopan dan efektif. Siswa selalu berani bertanya, apabila menemukan masalah atau kesulitan dalam belajar, tapi kadang juga siswa sangat sulit memberikan tanggapannya terhadap guru apabila dalam proses pembelajaran tidak di pahami.
Ø  Karyawan
Siswa SMPK Bina Wirawan selalu menunjukan sikap yang baik  dan ramah. Saling menghormati dan saling menghargai. Cara berkomunikasi secara santun dan wajar.

6. Kondisi atau karakteristik siswa
1. Umur dan jenis kelamin
Berdasarkan umur dan jenis kelamin dari kelas VII sampai kelas IX didominasi oleh laki- laki.
2.Latar Belakang Sosial Ekonomi Keluarga Siswa
Berdasarkan data yang kami peroleh, latar belakang sosial ekonomi keluarga siswa didominasi oleh petani.
3. Latar Belakang Sosial Budaya Siswa
            Informasi  yang kami peroleh bahwa latar belakang sosial budaya siswa terdiri dari budaya Sikka, lio dan manggarai. Budaya Sikka mendominasi dibandingkan budaya lain.
4. Status Siswa Terhadap Orangtua
Berdasarkan data yang kami peroleh bahwa presentase status siswa terhadap orangtua didominasi oleh orangtua kandung.
5. Penganut Agama Siswa
Berdasarkan data yang kami peroleh penganut agama siswa didominasi oleh Agama Katolik.
B. Deskripsi terhadap Unsur Pembangunan Kompetensi Dasar Pedagogik, Kepribadian, dan Sosial
Unsur – unsur pendukung dalam pembangunan kompetensi dasar pedagogik antara lain:
1. Kelas
            Guru menjelaskan proses pembelajaran di kelas dengan pelbagai model pembelejaran denganberbasis teknologi informatika. guru menjelaskan materi pelajaran secara terpadu, terperinci, jelas dan cepat, dengan mengnakan LCD sebagai media penunjang dalam proses belajar mengajar sehingga peserta didik dapat  mencapai hasil belajar yang optimal. salah satu yang efektif dalam proses pembelajaran di kelas yang dilakukan guru di SMPK Bina Wirawan adalah konsep pembelajara kooperatif dimana siswa dan guru saling berinteraksi dalam proses pembelajaran.
2. Laboratorium
SMPK Bina Wirawan memiliki dua loboratorium yakni laboratorium IPA dan laboratorium komputer. Ketika siswa berada dalam ruangan laboratorium terlebih dahulu guru menjelaskan cara penggunaan dan manfaat dari alat – alat yang ada di dalam laboratorium tersebut dan guru selalu mendamping siswa ketika berada di dalam laboratorium. Guru menggunakan metode Tanya jawab guna memastikan pemahaman siswa.


3. Lapangan
Sekolah  memiliki satu lapangan multi fungsi maksudnya adalah lapangan ini digunakan untuk kegiatan olahraga antara lain futsal, bola voly, dan basket, guru mengarahkan dan membimbing siswa bagaimana berolahraga baik dan benar  sehingga memudakan siswa untuk memahami setiap kegiatan olahraga yang mereka lakukan. Selain itu SMPK Bina Wirawan memiliki aula yang digunakan untuk kegiatan olahraga indoor.
4. Perpustakaan
Perpustakaan merupakan wadah penunjang belajar siswa, di perpustakaan dilengkapi buku pelajaran, majalah dan koran.
Dengan adanya perpustakaan memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas dan menambah wawasan. Berdasarkan pengamatan kami perpustakaan memiliki tata tertib, buku daftar pengunjung.
C.  Deskripsi Hasil Pengamatan untuk Memperkuat Pemahaman Peserta Didik
Mengamati karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek   fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
Dalam aspek fisik, fisik siswa dalam suatu kelas bervariasi ada yang gemuk, ada yang kurus, ada yang tinggi, ada yang pendek. Dalam aspek intelektual juga berbeda-beda ada  yang daya serapnya cepat, sedang dan lambat. Sosial-emosional, dalam hubungan dengan teman-teman yang lain ada siswa yang cepat marah, egonya masih ada, ada yang sabar, rasa ingin memiliki sesuatu sangat tinggi.
Moral, tingkah laku peserta didik ada yang disiplin tepat waktu, disiplin dalam berpakaian, disiplin dalam kebersihan lingkungan dan ada juga yang tidak. Sikap saling menghargai dan saling tolong menolong antar sesama.
Spritual, dalam keagamaan siswa sering melakukan doa bersama sebelum dan sesudah pelajaran. Untuk lebih mengembangkan rasa spritual siswa, maka setiap hari jum’at bukan hanya siswa saja semua warga sekolah ikut melaksanakan Tafakur dan sholat Dhu’ha bersama-sama. Sekolah juga secara regular melaksanakan pmbinahan rohani secara klasikal.



D. Pengamatan terhadap Proses Pembelajaran Langsung di Kelas
Guru menjelaskan materi pelajaran secara terpadu, terperinci, jelas dan cepat, sehingga peserta didik dapat  mencapai hasil belajar yang optimal salah satu yang efektif dalam proses pembelajaran di kelas yang dilakukan guru SMPK Bina Wirawan adalah konsep pembelajara kooperatif dimana siswa guru saling berinteraksi dalam proses pembelajaran. Dengan adanya pembelajaran yang terpadu tersebut siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran  menjadi bermakna bagi siswa.
Selain metode diatas guru juga memberikan tugas,  guru memberikan suatu tugas kepada siswa untuk diselesaikan, sehingga siswa menjadi aktif. Di SMPK Bina Wirawan Siswa juga yang mendapatkan nilai tertinggi saat ulangan, diberikan kesempatan untuk menseringkan kembali kiat – kiat belajar yang dipakainya agar siswa lain termotivasi untuk belajar lebih giat, dan sistim pendampingan sebaya, maksudnya adalah siswa yang nilai atau kemampuan bagus atau baikmembantu mendampingi siswa yang nilainya rendah.

E. Pengamatan terhadap Pelaksanaan Refleksi Pembelajaran
1.      Kegiatan guru saat memulai pembelajaran
Sebelum memulai pelajaran guru sudah melakukan sesuai dengan perangkat pembelajaran  yaitu mengkondisikan dan memotivasi siswa untuk siap belajar, mengecek kehadiran siswa.
2.      Saat melakukan kegiatan inti pembelajaran
Menurut hasil pengamatan saya saat melakukan kegiatan inti pembelajaran guru menerapkan metode diskusi dan ada juga  yang menerapkan metode lain.
3.      Saat guru mengakhiri pembelajaran
Saat guru mengakhiri pembelajaran selalu menyimpulkan materi bersama siswa dan guru memberikan tugas atau PR kepada siswa untuk dikerjakan di rumah.
Dibawah ini saya akan memaparkan keunggulan dan kelemahan serta solusi dalam kegiatan pembelajaran di SMPK Bina Wirawan berdasarkan observasi yang saya lakukan selama 5 hari yaitu terhitung dari tanggal 19 april 2016 s.d. 23 april 2016 :
·         Keunggulan :
1.      Guru menguasai materi kurikulum secara keseluruhan dan memiliki perangkat pembelajaran, sehingga proses KBM berjalan lancar, dalam menjelaskan materi guru melakukan secara sistematis mudah dimengerti siswa dan  proses belajar di dalam kelas  sangat kooperatif.
2.      Guru memiliki kapasitas akademik yang bagus sebagai tenaga professional dalam bidang pendidikan
3.      Memiliki sarana yang cukup memadai antara lain laboratorium komputer, laboratorium bahasa, perpustakaan, aula dan kantin.
4.      Memiliki lingkungan yang nyaman  untuk proses KBM karena jauh dari keramaian.
·         Kelemahan  
1.      Masih ada juga guru yang belum sertifikasi
2.      Masih ada siswa yang belum disiplin
3.      Masih ada ruangan kelas yang belum memiliki fasilitas yang lengkap.




















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Manfaat program magang adalah mendapatkan pengalaman dan pemahaman tentang kultur sekolah  serta unsur yang membangun kompetensi, kepribadian dan sosial dari siswa yang terjadi di sekolah melalui pengamatan atau observasi. Program magang berkaiatan erat dengan sekolah. Sekolah memberikan peranaan penting dalam menyiapkan calon guru yang berdedikasi dan profesional. Tugas guru sebagai tenaga pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual dibidang akademik maupun dibidang non akademik. Sebagai calon guru  mahasisiwa harus mengetahui langsung kultur sekolah yang dapat mendukung pembangunan kompetensi dasar pedagogik, kepribadian, dan sosial peserta didik serta unsur pemerkuat pemahaman peserta didik.
SMPK Bina Wirawan  menjadi salah satu contoh sekolah yang memiliki visi misi, tujuan serta peraturan yang dapat meningkatkan kemampuan siswa sesuai denga potensi yang dimiliki, serta pembentukan karakteristik siswa. unsur pendukung pembentukan karakteristik siswa ialah lingkungan sekolah yang nyaman serta  kelengkapan sarana dan prasarana.

B. Saran
a.       Perlunya kelengkapan sarana dan prasarana yang masih kurang agar dapat mendukung segala kegiatan di sekolah.
b.      Tertib waktu bagi siswa agar tidak ketinggalan dalam pelajaran.
c.       Mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan, laboratorium.

Lampiran


Komentar