LAPORAN MAGANG I
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Program magang merupakan kegiatan yang
memberikan pengalaman awal untuk membangun jati diri pendidik, memantapkan motivasi dan kompetensi akademik
kependidikan dan bidang studi, memantapkan kemampuan awal calon guru,
mengembangkan prangkat pembelajaran dan kecakapan pedagogis dalam membangun
bidang keahlian pendidikan.
Guru
merupakan jabatan profesional yang memberikan layanan ahli dan dituntut untuk
memiliki kapasitas yang secara akademik dan pedagogik dapat diterima oleh
peserta didik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu, guru harus
dipersiapkan melalui program pendidikan yang relatif panjang dan dirancang berdasarkan
standar kompetensi guru. Salah satunya adalah program magang.
Undang-undang No. 20 tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional, Undang-undang No. 18 tentang Guru dan
Dosen, PP No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan PP. No 74 tahun
2008 tentang guru, mewajibkan guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi,
dan sertifikat pendidik. Pada pasal 4 peraturan pemerintah No. 74 tahun 2008
ditegaskan bahwa sertifikat pendidik bagi guru diperoleh melalui program
pendidik profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki
program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi. Hal ini berarti calon
guru atau tenaga kependidikan harus disiapkan secara benar.
Kegiatan
magang ini dilaksanakan berdasarkan landasan hukum yaitu:
1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003,
tentang sistem pendidikan nasional.
2. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005
tentang guru dan dosen.
3. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun
2008 tentang guru.
5. Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru.
6. Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Konselor.
7. Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 8 Tahun 2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Pra
Jabatan.
8. Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 126/P/2010 Tahun 2010 tentang Penetapan LPTK penyelanggara PPG
bagi Guru dalam Jabatan.
9. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 052/P/2011 Tahun 2011 tentang perubahan atas Kepmendiknas Nomor 126/P/2011
tentang penetapan LPTK penyelenggara PPG bagi Guru dalam Jabatan.
B. Metode
Ada
dua metode yang digunakan yaitu :
1.
Observasi
Observasi
adalah mengamati, mengumpulkan data,
melakukan analisa sesuai fakta yang ada ditempat magang.
2. Wawancara
Wawancara
adalah melakukan tanya jawab dengan seluruh pemangku kepentingan yaitu kepala
sekolah, staf kurikulum, staf sarana prasarana dan staf tata usaha.
C. Tujuan
·
Tujuan umum :
Menghasilkan calon guru yang memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanYang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
·
Tujuan khusus:
1. Untuk mempersiapkan calon guru agar lebih
mengenal lingkungan sekolah dan lingkungan profesinya.
2. Untuk menyiapkan guru profesional dalam
bidang akademik.
3. Untuk mengetahui langsung kultur sekolah
4. Untuk mengetahui unsur pembangunan
pedagogik,kepribadian, dan sosial.
5. Untuk mengetahui unsur pemerkuat pemahaman peserta didik
6. Untuk
mengetahui proses pembelajaran langsung di kelas.
7. Untuk menemukan f akta pembanding
dilingkungan sekolah dengan keterkaitan mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi.
D. Manfaat
·
Untuk Mahasiswa
1.
Mendapatkan pemahaman dan pengalaman dibidang manajemen dan kultur sekolah.
2.
Mendapatkan pengalaman melalui pengamatan terhadap proses
pembangunan kompetensi pedagogik, kepribadian dan sosial di sekolah.
3.
Mendapatkan pengalaman melalui pengamatan terhadap proses pembelajaran dikelas.
4.
Memperoleh pengalamn keterkaitan cara kerja sama secara
interdispliner, sehingga dapat memahami adanya kaitan ilmu dalam mengatasi
permasalah pendidik yang ada di sekolah.
5. Memperoleh pengalaman dan keterampilan untuk
melaksanakan pembelajaran dan kegiatan manajerial
di sekolah.
6. Memberi kesempatan untuk dapat memperoleh model atau
contoh sebagai motivator, fasilitator, dinamisator, dan membantu pemikiran
sebagai problem solver.
·
Manfaat bagi Sekolah mitra
Sekolah
tempat magang diharapkan:
1. Sekolah
mendapatkan masukan dalam bentuk saran untuk memperbaiki hal – hal yang masih kurang.
2. Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan antara sekolah
tempat magang dengan IKIP Muhammadiyah Maumere.
3. Memberi kesempatan
kepada sekolah SMPK Bina Wirawan untuk ikut serta dalam menyiapkan calon guru
yang berdedikasi dan professional.
4. Mendapatkan bantuan
pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi dalam merencanakan serta melaksanakan
pengembangan sekolah.
·
Untuk IKIP
Muhammadiyah Maumere
IKIP Muhammadiyah diharapkan:
1. Mendapatkan
umpan balik tentang kompetensi akademik, kepribadian, social mahasiswa IKIP
Muhammadiyah Maumere.
2.
Mendapatkan informasi tentang
manajemen dan Kultur Sekolah.
3.
Mendapatkan informasi tentang proses
membangun kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial di sekolah.
4.
Mendapatkan informasi tentang proses
pembelajaran di kelas.
5.
Mendapatkan masukan yang berguna
untuk penyempurnaan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
6.
Membangun sinergitas antara sekolah
dengan IKIP Muhammadiyah Maumere dalam mempersiapkan lulusan yang bermutu.
7.
Membina jaringan kerjasama dengan
sekolah tempat magang dalam upaya meningkatkan keterkaitan dan kesepadanan
antara substansi akademik dengan pengetahuan dan keterampilan sumber daya
manusia yang dibutuhkan dalam pengembangan pendidikan masyarakat.
BAB II
HASIL
A. Deskripsi Hasil Pengamatan Langsung Kultur Sekolah
Kultur merupakan pandangan hidup
yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara
berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun
abstrak. Kultur ini juga dapat dilihat sebagai suatu perilaku,
nilai-nilai, sikap hidup, dan cara hidup untuk melakukan penyesuaian dengan
lingkungan, dan sekaligus cara untuk memandang persoalan dan memecahkannya.
Jadi kultur sekolah juga merupakan seperangkat kumpulan nilai kepercayaan,
nilai tradisi, dan pola pikir untuk bagaimana bertindak dalam suatu lingkungan
sekolah sebagai suatu identitas sekolah yang menentukan proses perkembangan
anak didiknya. Sekolah merupakan lembaga utama yang yang
dirancang untuk memperlancar proses transmisi kultural antar generasi.
Salah satu ilmuwan yang memberikan
sumbangan penting dalam hal ini adalah Antropolog Clifford Geertz yang mendefinisikan kultur sebagai
suatu pola pemahaman terhadap fenomena sosial, yang terekspresikan secara
eksplisit maupun implisit. Berdasarkan pengertian kultur menurut Clifford
Geertz tersebut di atas, kultur sekolah dapat dideskripsikan sebagai pola
nilai-nilai, norma-norma, sikap, ritual, mitos dan kebiasaan-kebiasaan yang
dibentuk dalam perjalanan panjang sekolah. Kultur sekolah tersebut sekarang ini
dipegang bersama baik oleh kepala sekolah, guru, staf administrasi maupun siswa,
sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang
muncul di sekolah. Faktor pembentuk kultur sekolah misalnya adalah nilai,
moral, sikap, religius dan perilaku siswa tumbuh berkembang selama waktu di
sekolah, dan perkembangan mereka tidak dapat dihindarkan yang dipengaruhi oleh
struktur dan kultur sekolah, serta oleh interaksi mereka dengan aspek-aspek dan
komponen yang ada di sekolah, seperti kepala sekolah, guru, materi pelajaran
dan antar siswa. Kultur sekolah biasanya berkaitan erat dengan visi dan misi .
1. Letak Geografis Sekolah
`Kelurahan Kota Uneng ,Kecamatan Alok, Kabupaten
Sikka . sebelah timur berbatasan dengan SMPK Frater, sebelah barat berbatasan
denagn Kuburan st. Yosef , sebelah utara berbatasan dengan Gereja Katedral St.
Yosef, sebelah selatan berbatasan dengan susteran CIJ.
2. Visi dan Misi SMPK Bina Wirawan
Maumere.
Visi : Terwujudnya
manusia bina wirawan yang mandiri, cerdas, terampil, dan berbudi pekerti luhur
dilandasi semangat Kristiani.
Misi :
1. Meningkatkan
kemandirian guru dan peserta didik dalam tugas dan tanggung jawab.
2. Melaksanakan
KBM yang efektif dan efisien.
3. Meningkatkan
profesionalitas guru dan pegawai dalam rangka mewujudkan dan mencapai standar
pelayanan minimal yang dibutuhkan ( SPM )
4. Meningkatkan
kreaktifitas peserta didik melalui kegiatan akademik dan non akademik.
5. Meningkatkan
sarana dan prasaran sesuai standar pelayanan minimal.
6. Menanamkan
nilai – nilai moral Kristiani dalam membentuk pribadi yang berbudi pekerti
luhur.
7. Meningkatkan
kualitas kemitraan dengan orangtua, alumni dan masyarakat.
8. Menciptakan
lingkungan sekolah menyehatkan dan menggembirakan
Kultur
sekolah akan baik apabila: a) kepala dapat berperan sebagai model, b) mampu
membangun tim kerjasama, c) belajar dari guru, staf, dan siswa, dan, d) harus
memahami kebiasaan yang baik untuk terus dikembangkan. Kepala sekolah dan guru
harus mampu memahami lingkungan sekolah yang spesifik tersebut. Karena, akan
memberikan perspektif dan kerangka dasar untuk melihat, memahami dan memecahkan
berbagai problem yang terjadi di sekolah. Dengan dapat memahami permasalahan
yang kompleks sebagai suatu kesatuan secara mendalam, kepala sekolah dan guru
akan memiliki nilai-nilai dan sikap yang amat diperlukan dalam menjaga dan
memberikan lingkungan yang kondusif bagi berlangsungnya proses pendidikan.
3. Program kerja SMPK Bina Wirawan
Maumere .
Ø Program kerja SMPK Bina
wirawan
1. Pengembangan kurikulum yang
berkelanjutan.
2. peningkatan kapasitas tenaga
kependidikan.
3. pengembangan pengelolaan keuangan
sekolah.
4. Penyaluran beasiswa
kepada siswa yang berprestasi dan kepada siswa yang ekonomi kurang mampu.
5. Pembangunan Laboratorium
IPA.
6. Pengadaan buku
perpustakaan.
7. Perekrutan tenaga
kerja kontrak.
8. Pengadaan alat-alat
laboratorium.
9. Persiapan lomba
tingkat kabupaten dan provinsi.
4. Kedisiplinan
Warga Sekolah
Ø Kepala sekolah
Berdasarkan hasil pengamatan selama 5 hari, bahwa
kepala sekolah SMPK Bina Wirawan telah
menjalankan tugasnya secara maksimal sesuai dengan jabatan sebagai kepala
sekolah yaitu bertanggung jawab, disiplin waktu, berpakaian rapi
serta selalu memberikan bimbingan kepada siswa.
Ø Guru
Berdasarkan pengamatan kami, guru piket
biasanya hadir sebelum pukul 07:00 bersama kepala sekolah dalam rangka
mengkordinir siswa sambil memeriksa seragam dan pelanggaran yang dilakukan oleh
siswa sebelum masuk. Guru yang menjabat sebagai wali kelas mengkoordinir anak
walinya untuk ikut membersihkan halaman kelas sebelum jam pertama dimulai.
Ø Siswa
Siswa yang piket
biasanya datang sebelum pukul 07:00 dan langsung membersihkan ruangan dan
halaman kelas. Bagi siswa yang terlambat diberi sanksi berlutut menuju guru
piket. Siswa yang selalu terlambat tanpa ada penjelasan khusus akan ditegur
setelah itu jika terlambat lagi akan dibuatkan surat pemanggilan orang tua ke
Kantor sekolah atau di ruangan bimbingan konseling (BK).
5. Pola Hubungan Antar Warga Sekolah
Ø Kepala Sekolah dengan
Guru dan Karyawan serta Peserta Didik
Hubungan kepala sekolah dengan guru-guru
sangat baik, seperti yang kami amati ketika guru-guru datang langsung
bersalaman dengan kepala sekolah dan begitupun juga pada saat pulang guru
berpamitan dan bersalaman kepada kepala sekolah. Ketika siswa mengikuti suatu
lomba baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional jika tidak berhalangan
guru dan kepala sekolah selalu mendampingi siswa tersebut. Karyawan
selalu membantu kepala sekolah ketika ada hal yang harus dikerjakan. Ketika
bertemu dengan kepala sekolah siswa langsung bersalaman, dan begitu pula kepala
sekolah akan mendampingi siswanya ketika ada perlombaan. Ketika ada permasalahan yang dihadapi oleh sekolah selalu
dipecahkan bersama oleh kepala sekolah dan guru, kepala sekolah menjunjung
tinggi nilai sikap saling menghargai, terhadap guru, karyawan dan siswa.
Ø Hubungan Sosial antara
Guru, Karyawan dan Siswa
Karyawan selalu
membantu guru-guru, misalnya karyyawan tata usaha, membantu mengetik soal-soal
ujian, Ketika datang siswa selalu bersalaman dengan Guru-guru dan jika ada
siswa yang bertengkar maupun berbuat pelanggaran guru menasehati dan membimbing
mereka.
Hubungan sosial antara
guru, karyawan dan siswa SMPK Bina wirawan Maumere terjalin akrab, harmonis dan
memiliki solidaritas tinggi, sehingga memiliki hubungan kekeluargaan yang erat.
Tanpa memandang sutu perbedaan baik jabatan maupun latar belakang.
Ø Hubungan Sosial antara
Guru dengan Guru
Hubungan Guru dengan
guru sangat baik, tidak ada perselisihan, mereka saling memberikan masukan,
saling mengisi kekurangan. Ketika pagi guru-guru saling bersalaman. Jika
istirahat guru-guru kumpul di ruang guru, mereka saling berinteraksi.
Ø Hubungan sosial antara
siswa dengan siswa
Hubungan siswa dengan
siswa yang lain sangat bersahabat, meskipun ada perselisihan atau pertengkaran
tetapi setelah akan akrab kembali. Namun ada pula teman yang suka menggangu
temannya baik pada saat istirahat maupun pada saat berlangsung pembelajaran di
kelas.
Ø Hubungan Warga Sekolah
dengan Komite Sekolah
Hubungan antara Warga
Sekolah dengan Komite Sekolah sangat baik, Komite Sekolah berperan aktif ketika
mengadakan rapat dengan orangtua murid. Semua kegiatan sekolah dilaporkan ke
Komite Sekolah baik yang berkaitan dengan siswa maupun tentang keuangan.
Ø Hubungan antara Warga
Sekolah dengan Masyarakat dan Orang Tua Murid
Orangtua murid
menginginkan anaknya untuk mengikuti les. Ketika ada siswa yang mengikuti
perlombaan orangtuanya mendukung serta bersedia mendampingi anaknya. Siswa yang
tinggalnya jauh dari sekolah orangtuanya mengantar dan menjemput. Ketika ada
siswa yang sakit orangtuanya langsung memberitahukan kepada guru wali kelasnya
sekolah.
Sikap Siswa Terhadap:
Ø Kepala Sekolah
Siswa
di SMPK menghargai Binawirawan dan menghormati kepala sekolah sebagai pemimpin.
Mereka selalu patuh terhdap kepala sekolah dan peraturan-peraturan sekolah.
Cara berkomunikasi antara siswa dengan kepala sekolah sangat baik, santun dan
efektif
Ø Guru
Sikap siswa SMPK Bina
Wirawan terhadap guru, menghargai, menghormati dan patuh. Tetapi,
masih ada sebagian siswa yang masih mengabaikan perintah guru. Misalnya: apabila
guru memberikan soal latihan untuk dikerjakan kepada siswa. Sebagian siswa
mengerjakan, namun sebagiannya mengabaikan.
Komunikasi siswa
terhadap guru sangat baik, sopan dan efektif. Siswa selalu berani bertanya,
apabila menemukan masalah atau kesulitan dalam belajar, tapi kadang juga siswa
sangat sulit memberikan tanggapannya terhadap guru apabila dalam proses
pembelajaran tidak di pahami.
Ø Karyawan
Siswa SMPK Bina Wirawan selalu menunjukan
sikap yang baik dan ramah. Saling menghormati dan saling menghargai.
Cara berkomunikasi secara santun dan wajar.
6. Kondisi atau
karakteristik siswa
1. Umur dan jenis kelamin
Berdasarkan umur dan jenis kelamin dari kelas
VII sampai kelas IX didominasi oleh laki- laki.
2.Latar Belakang
Sosial Ekonomi Keluarga Siswa
Berdasarkan
data yang kami peroleh, latar belakang sosial ekonomi keluarga siswa didominasi
oleh petani.
3.
Latar Belakang Sosial Budaya Siswa
Informasi yang kami peroleh bahwa latar belakang sosial
budaya siswa terdiri dari budaya Sikka, lio dan manggarai. Budaya Sikka
mendominasi dibandingkan budaya lain.
4. Status Siswa Terhadap Orangtua
Berdasarkan data yang kami peroleh bahwa
presentase status siswa terhadap orangtua didominasi oleh orangtua kandung.
5. Penganut Agama Siswa
Berdasarkan data yang kami peroleh penganut agama siswa
didominasi oleh Agama Katolik.
B. Deskripsi terhadap
Unsur Pembangunan Kompetensi Dasar Pedagogik, Kepribadian, dan Sosial
Unsur
– unsur pendukung dalam pembangunan kompetensi dasar pedagogik antara lain:
1. Kelas
Guru menjelaskan proses
pembelajaran di kelas dengan pelbagai model pembelejaran denganberbasis
teknologi informatika. guru menjelaskan materi pelajaran secara terpadu,
terperinci, jelas dan cepat, dengan mengnakan LCD sebagai media penunjang dalam
proses belajar mengajar sehingga peserta didik dapat mencapai hasil
belajar yang optimal. salah satu yang efektif dalam proses pembelajaran di
kelas yang dilakukan guru di SMPK Bina Wirawan adalah konsep pembelajara
kooperatif dimana siswa dan guru saling berinteraksi dalam proses pembelajaran.
2. Laboratorium
SMPK Bina Wirawan memiliki dua loboratorium
yakni laboratorium IPA dan laboratorium komputer. Ketika siswa berada dalam
ruangan laboratorium terlebih dahulu guru menjelaskan cara penggunaan dan
manfaat dari alat – alat yang ada di dalam laboratorium tersebut dan guru
selalu mendamping siswa ketika berada di dalam laboratorium. Guru menggunakan metode
Tanya jawab guna memastikan pemahaman siswa.
3. Lapangan
Sekolah
memiliki satu lapangan multi fungsi maksudnya adalah lapangan ini
digunakan untuk kegiatan olahraga antara lain futsal, bola voly, dan basket,
guru mengarahkan dan membimbing siswa bagaimana berolahraga baik dan benar sehingga memudakan siswa untuk memahami
setiap kegiatan olahraga yang mereka lakukan. Selain itu SMPK Bina Wirawan
memiliki aula yang digunakan untuk kegiatan olahraga indoor.
4. Perpustakaan
Perpustakaan merupakan wadah penunjang belajar
siswa, di perpustakaan dilengkapi buku pelajaran, majalah dan koran.
Dengan adanya perpustakaan memudahkan siswa dalam mengerjakan
tugas dan menambah wawasan. Berdasarkan pengamatan kami perpustakaan memiliki
tata tertib, buku daftar pengunjung.
C.
Deskripsi Hasil Pengamatan untuk Memperkuat Pemahaman
Peserta Didik
Mengamati karakteristik peserta didik yang
berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional,
moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
Dalam aspek fisik, fisik siswa dalam suatu
kelas bervariasi ada yang gemuk, ada yang kurus, ada yang tinggi, ada yang
pendek. Dalam aspek intelektual juga berbeda-beda ada yang daya
serapnya cepat, sedang dan lambat. Sosial-emosional, dalam hubungan dengan
teman-teman yang lain ada siswa yang cepat marah, egonya masih ada, ada yang
sabar, rasa ingin memiliki sesuatu sangat tinggi.
Moral, tingkah laku peserta didik ada yang
disiplin tepat waktu, disiplin dalam berpakaian, disiplin dalam kebersihan
lingkungan dan ada juga yang tidak. Sikap saling menghargai dan saling tolong
menolong antar sesama.
Spritual, dalam keagamaan siswa sering
melakukan doa bersama sebelum dan sesudah pelajaran. Untuk lebih mengembangkan
rasa spritual siswa, maka setiap hari jum’at bukan hanya siswa saja semua warga
sekolah ikut melaksanakan Tafakur dan sholat Dhu’ha bersama-sama. Sekolah juga
secara regular melaksanakan pmbinahan rohani secara klasikal.
D. Pengamatan terhadap
Proses Pembelajaran Langsung di Kelas
Guru menjelaskan materi pelajaran secara
terpadu, terperinci, jelas dan cepat, sehingga peserta didik
dapat mencapai hasil belajar yang optimal salah satu yang efektif
dalam proses pembelajaran di kelas yang dilakukan guru SMPK Bina Wirawan adalah
konsep pembelajara kooperatif dimana siswa guru saling berinteraksi dalam
proses pembelajaran. Dengan adanya pembelajaran yang terpadu tersebut siswa
memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga
pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa.
Selain metode diatas guru juga memberikan
tugas, guru memberikan suatu tugas
kepada siswa untuk diselesaikan, sehingga siswa menjadi aktif. Di SMPK Bina
Wirawan Siswa juga yang mendapatkan nilai tertinggi saat ulangan, diberikan
kesempatan untuk menseringkan kembali kiat – kiat belajar yang dipakainya agar
siswa lain termotivasi untuk belajar lebih giat, dan sistim pendampingan
sebaya, maksudnya adalah siswa yang nilai atau kemampuan bagus atau
baikmembantu mendampingi siswa yang nilainya rendah.
E. Pengamatan terhadap Pelaksanaan Refleksi Pembelajaran
1. Kegiatan guru saat memulai
pembelajaran
Sebelum memulai pelajaran guru sudah
melakukan sesuai dengan perangkat pembelajaran yaitu mengkondisikan dan memotivasi siswa
untuk siap belajar, mengecek kehadiran siswa.
2. Saat melakukan kegiatan inti
pembelajaran
Menurut hasil pengamatan saya saat
melakukan kegiatan inti pembelajaran guru menerapkan metode diskusi dan ada
juga yang menerapkan metode lain.
3. Saat guru mengakhiri pembelajaran
Saat guru mengakhiri pembelajaran selalu
menyimpulkan materi bersama siswa dan guru memberikan tugas atau PR kepada
siswa untuk dikerjakan di rumah.
Dibawah ini saya akan memaparkan
keunggulan dan kelemahan serta solusi dalam kegiatan pembelajaran di SMPK Bina
Wirawan berdasarkan observasi yang saya lakukan selama 5 hari yaitu terhitung
dari tanggal 19 april 2016 s.d. 23 april 2016 :
·
Keunggulan :
1. Guru menguasai materi kurikulum
secara keseluruhan dan memiliki perangkat pembelajaran, sehingga proses KBM
berjalan lancar, dalam menjelaskan materi guru melakukan secara sistematis
mudah dimengerti siswa dan proses
belajar di dalam kelas sangat
kooperatif.
2. Guru memiliki kapasitas akademik
yang bagus sebagai tenaga professional dalam bidang pendidikan
3. Memiliki sarana yang cukup memadai
antara lain laboratorium komputer, laboratorium bahasa, perpustakaan, aula dan
kantin.
4. Memiliki lingkungan yang nyaman untuk proses KBM karena jauh dari keramaian.
·
Kelemahan
1. Masih ada juga guru yang belum
sertifikasi
2. Masih ada siswa yang belum disiplin
3. Masih ada ruangan kelas yang belum
memiliki fasilitas yang lengkap.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Manfaat program magang adalah
mendapatkan pengalaman dan pemahaman tentang kultur sekolah serta unsur yang membangun kompetensi, kepribadian
dan sosial dari siswa yang terjadi di sekolah melalui pengamatan atau
observasi. Program magang berkaiatan erat dengan sekolah. Sekolah memberikan
peranaan penting dalam menyiapkan calon guru yang berdedikasi dan profesional.
Tugas guru sebagai tenaga pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan
intelektual dibidang akademik maupun dibidang non akademik. Sebagai calon
guru mahasisiwa harus mengetahui
langsung kultur sekolah yang dapat mendukung pembangunan kompetensi dasar
pedagogik, kepribadian, dan sosial peserta didik serta unsur pemerkuat
pemahaman peserta didik.
SMPK Bina Wirawan menjadi salah satu contoh sekolah yang
memiliki visi misi, tujuan serta peraturan yang dapat meningkatkan kemampuan
siswa sesuai denga potensi yang dimiliki, serta pembentukan karakteristik
siswa. unsur pendukung pembentukan karakteristik siswa ialah lingkungan sekolah
yang nyaman serta kelengkapan sarana dan
prasarana.
B. Saran
a. Perlunya kelengkapan sarana dan
prasarana yang masih kurang agar dapat mendukung segala kegiatan di sekolah.
b. Tertib waktu bagi siswa agar tidak
ketinggalan dalam pelajaran.
c. Mengoptimalkan pemanfaatan
perpustakaan, laboratorium.
Lampiran
Komentar
Posting Komentar